AHLI K3 MUDA LINGKUNGAN KERJA

LATAR BELAKANG

Dalam proses kegiatan pekerjaan di industri, lingkungan kerja dibagi menjadi 5 yaitu mulai dari lingkungan Fisik, lingkungan Kimia, lingkungan Biologi,  lingkungan Ergonomi/Fisiologis, dan lingkungan Psikologis. Masing-masing lingkungan kerja tersebut memberikan pengaruh terhadap proses produksi di suatu perusahaan, dan dari kondisi lingkungan kerja yang tidak mendukung, pekerja akan merasa tidak nyaman sehingga ada resiko bagi para pekerja untuk mengalami kecelakaan dan penyakit akibat kerja.

Lingkungan kerja merupakan daya dukung terhadap produktifitas kerja. Proteksi kesehatan pekerja akibat lingkungan kerja perlu dilakukan sehingga efek kesehatan yang mungkin timbul tidak terjadi. Pekerja merupakan ujung tombak dari setiap industri dan kapasitas kerja yang optimal sangat diharapkan. Untuk semua ini dibutuhkan lingkungan kerja yang sehat.

Ahli K3 Lingkungan Kerja terbagi menjadi beberapa tingkatan sesuai dengan Permenaker No. 5 Tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Kerja. Personil K3 sebagaimana dimaksud pada Pasal 45 meliputi:

  • Ahli K3 Muda Lingkungan Kerja
  • Ahli K3 Madya Lingkungan Kerja
  • Ahli K3 Utama Lingkungan Kerja

Setiap tingkatan dalam K3 Lingkungan Kerja memiliki tugas dan wewenang yang hampir sama meski semakin tinggi tingkatannya, wewenang yang dimiliki akan jauh lebih besar. Namun, secara umum ketiganya sama-sama melakukan perencanaan hingga evaluasi dan pengukuran.

TUJUAN DAN MANFAAT

  • Peserta memahami peraturan perundang-undangan terkait K3 Lingkungan Kerja
  • Peserta memahami konsep hygiene industry dan mampu membuat program-program hygiene industry dilingkungan kerja
  • Peserta memahami aspek kesehatan kerja dan promosi kesehatan kerja
  • Peserta memahami dan mampu melakukan pengambilan sampel dan pengukuran faktor-faktor fisika, kimia, bilogi dan ergonomic.
  • Peserta memahami sistem ventilasi lingkungan kerja.

 

DASAR HUKUM

 

  • Undang-undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja
  • Permenaker No. 5 Tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Lingkungan Kerja

 

MATERI PELATIHAN

 

No Judul Unit Kompetensi
1 Peraturan Perundang-Undangan K3

  1. Kebijakan Umum Pelaksanaan Pembinaan & Pengawasan K3
  2. Persyaratan K3 Lingkungan Kerja
2 Program Higiene Industri : Antisipasi, Rekognisi, Evaluasi & Pengendalian bahaya di tempat kerja
3 Pengenalan risiko kesehatan dan promosi kesehatan kerja
4 Sistim informasi lingkungan kerja
5 Teknik Pengumpulan sampel factor fisika, kimia, biologi, ergonomi dan psikologi
6 Ventilasi Industri

 

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI)

 

Kompetensi Umum
No Kode Unit Judul Unit Kompetensi
1 KKK.HI.01.001.01 Melakukan pekerjaan Higiene Industri secara professional yang sesuai dengan kode etik profesi
2 KKK.HI.01.002.01 Melaksanakan peraturan dan perundangan Negara Republik Indonesia di bidang K3 yang berkaitan dengan bidang hygiene industry
Kompetensi Inti
1 KKK.HI.02.001.01 Melaksanakan program Higiene Industri
2 KKK.HI.02.002.01 Mengantisipasi dan mengenal risiko kesehatan kerja pada saat fase operasi, maintenance, dan gawat darurat
3 KKK.HI.02.003.01 Melakukan promosi kesehatan tentang pengetahuan bahaya risiko kesehatan di industry
4 KKK.HI.02.004.01 Melakukan aplikasi sistim informasi hygiene industry
Kompetensi Khusus
1 KKK.HI.03.001.01 Melakukan pengukuran risiko kesehatan kerja di termpat kerja dengan tehnik pengumpulan sampel yang benar
2 KKK.HI.03.002.01 Mengikuti perubahan dan kemajuan di bidang profesi higiene industri untuk meningkatkan kemampuannya

 

PERSYARATAN PESERTA

Persyaratan Pendidikan:

  • Pendidikan SLTA, pengalaman minimal 5 tahun bidang Higiene Industri
  • Pendidikan Sarjana D3 pengalaman minimal 2 tahun bidang Higiene Industri
  • Pendidikan Sarjana D4/S1 pengalaman minimal 1 bulan bidang Higiene Industri

 

PERSYARATAN KHUSUS PESERTA

Untuk mendapatkan Surat Keterangan Penunjukan (SKP) & Lisensi dari Kemnaker RI :

  • Pendidikan Sarjana D3 pengalaman minimal 2 tahun bidang Higiene Industri

 

Dokumen yang dibutuhkan untuk assessment :

  • Memiliki sertifikat pelatihan atau sertifikasi pendukung yang berhubungan dengan Higiene Industri
  • Bukti-bukti kerja yang berkaitan dengan Higiene Industri
  • Surat rekomendasi dari Perusahaan mengikuti pelatihan
  • Foto copy Kartu Identitas (KTP)
  • Foto copy Ijazah terakhir
  • Pas foto ukuran 2×3, 3×4, 4x6cm masing-masing 3 lembar (background merah)
  • Melampirkan Surat Keterangan Kesehatan dari dokter

 

SERTIFIKASI

Peserta yang lulus, memenuhi syarat dan kompeten akan mendapatkan Sertifikat yang diterbitkan BNSP serta Surat Keterangan Penunjukkan (SKP) dan Lisensi yang diterbitkan Kemnakertrans RI

 

DURASI PELATIHAN

Enam ( 6 ) hari

 

TEMPAT PELATIHAN

SKN Training Center Jakarta

Ruko Angsana, Jl. Rawajati Timur No.1 Kav.I – J, Pasar Minggu

Jakarta Selatan 12510

JURU LAS ( WELDER )

LATAR BELAKANG

Juru Las dianggap trampil apabila telah menempuh ujian las dengan hasil memuaskan dan mempunyai Sertifikat Juru Las. Kompetensi untuk Sertifikasi Welder berdasarkan Permenakertrans No PER.02/MEN/1982 tentang Kualifikasi Juru Las di tempat kerja yang meliputi ketrampilan pengelasan sambungan las tumpul dengan proses las busur listrik, las busur submerged, las gas busur listrik tungstern, las karbit atau kombinasi dari proses las tersebut yang dilakukan dengan tangan (manual), otomatis atau kombinasi.Pelatihan ini ditujukan bagi juru las agar supaya dapat melakukan pengelasan dengan aman. Pemahaman tentang pengelasan yang aman sangat penting terutama ditujukan bagi Juru Las kelas III, Kelas II dan Kelas I.

KUALIFIKASI JURU LAS (WELDER)

Pada pekerjaan pengelasan ada beraneka ragam, tiap jenis pekerjaan las dilakukan oleh juru las sesuai dengan jenis pekerjaan las yang tercantum pada masing-masing sertifikat juru las. Juru las (welder) digolongkan atas :

  1. Juru Las Kelas I (satu) : Juru Las Kelas I (satu) boleh melakukan pekerjaan yang dilakukan oleh juru las kelas II (dua) dan kelas III (tiga)
  1. Juru Las Kelas II (dua) : Juru Las Kelas II (dua) boleh melakukan pekerjaan yang dilakukan oleh juru las kelas III (tiga) tetapi dilarang mengelas jenis pekerjaan yang boleh dilakukan oleh juru las kelas I (satu)
  1. Juru Las Kelas III (tiga) : Juru Las Kelas III (tiga) dilarang melakukan pekerjaan yang boleh dilakukan oleh juru las kelas II (dua) dan kelas I (satu)

URAIAN PEKERJAAN

  1. Juru Las Kelas I (satu) melakukan pekerjaan pengelasan pada sambungan-sambungan pada bagian-bagian yang mengalami tekanan (over druk-over druk) misalnya badan silindris, front, dinding pipa-pipa sebagai penguat, penguat-penguat dinding, plendes sambungan-sambungan pipa dan pipa-pipa bertekanan.
  2. Juru Las Kelas II (dua) melakukan pekerjaan pengelasan pada tangan, penyangga, isolasi, bagian dari dapur pengapian ketel uap.
  3. Juru Las Kelas III (tiga) melakukan pekerjaan-pekerjaan las yang tidak menderita tekanan salat-salat bagian luar.

 

MATERI PEMBINAAN JURU LAS

No Materi Jumlah (JP)
Kelas I Kelas II Kelas III
I.  Kelompok Dasar      
  ·       Kebijakan dasar-dasar K3 2 2 2
  ·       Undang-undang No.1 Tahun 1970 2 2 2
  ·       Permenaker No.2/Men/1982 4 4 4
         
II. Kelompok Inti      
  ·       Pengetahuan bahan 4 4 4
  ·       Pengetahuan tentang teknik pengelasan busur (SMAW/GMAW/GTAW/FCAW) 4 4 4
  ·       Teknik pengelasan 4 4 4
  ·       Cacat-cacat las, pencegahan dan perbaikan 4 4 4
  ·       Sebab-sebab kecelakaan dan pencegahannya 4 4 4
         
III Evaluasi      
  ·       Teori 4 4 4
  ·       Praktek 30 20 20
Jumlah 60 50 50

 

PERSYARATAN PESERTA

Agar efektifitas dan target pelatihan tercapai secara maksimal, maka diharapkan peserta pelatihan hendaknya melampirkan data sebagai berikut :

  • Pendidikan minimum SLTA/Sederajat atau Sarjana dengan pengalaman kerja sekurang-kurangnya 1 tahun,
  • Menyerahkan photo copy ijazah terakhir
  • Menyerahkan photo copy Identitas (KTP)
  • Menyerahkan Surat Keterangan Sehat dari dokter
  • Menyerahkan Surat Keterangan Bekerja dari perusahaan
  • Menyiapkan pas photo ukuran 4×6, 3×4 dan 2×3 masing-masing 3 lembar

METODE PELATIHAN

Ceramah, Diskusi, Simulasi dan Praktek Lapangan

 

INSTRUKTUR

Instruktur yang akan memberikan materi pelatihan berasal dari Tenaga Ahli Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI, serta dari akademisi dan praktisi profesional.

 

SERTIFIKASI

Peserta yang lulus dan memenuhi syarat pada pelatihan ini akan diberikan Sertifikat dan Lisensi yang di terbitkan oleh KEMENAKERTRANS & Sertifikat Internal dari PJK3 SKN

 

BAHASA PENGANTAR

Bahasa yang digunakan dalam pelatihan ini adalah bahasa Indonesia

 

DURASI PELATIHAN

Lima ( 5 )  hari

 

TEMPAT PELATIHAN

SKN Training Center Jakarta

Ruko Angsana, Jl. Rawajati Timur No.1 Kav.I – J , Pasar Minggu

Jakarta Selatan 12510

OPERATOR TANUR

LATAR BELAKANG

Pelatihan ini dirancang untuk memberikan pengetahuan operasi dan proses untuk semua bidang terkait dalam pelaksanaan produksi agar para operator, maintenance, inspeksi dan pengendalian mutu mendapatkan pemahaman tentang operasi proses furnace dan firedheaters yang sama, karena pelatihan dilaksanakan di dalam kelas yang sama. Dengan diselenggarakannya pelatihan ini, output yang diharapkan adalah terbentuknya pola komunikasi yang baik dan benar, pada saat pelaksanaan maupun aplikasi di lapangan diantara para operator maupun dalam bidang-bidang lainnya yang terkait, sehingga saling pengertian akan mudah tercapai, karena semua memiliki pemahaman tentang operasi, proses dan peralatan furnace dan firedheaters dengan efisien dan optimal yang dapat didukung oleh semua pihak.

DASAR HUKUM

  • Undang-undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja
  • Permenaker No. 38 tahun 2016 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pesawat Tenaga dan Produksi

 

PESERTA PELATIHAN

 

Para operator – supervisor yang bertugas pada bagian operasi, perawatan, inspeksi, technical support untuk reformer, boiler, fireheater, reheating furnace, glass furnace, incenerator, klin cement dan tungku-tungku api.

 

INSTRUKTUR

Instruktur yang akan memberikan materi pelatihan yaitu Tenaga Ahli dari Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta dari akademisi dan praktisi professional yang memiliki kompetensi di bidang burner, pembakaran, Computational Fluid Dynamics (CFD) dan perpindahan panas.

 

METODE PELATIHAN

Ceramah, Diskusi, Simulasi dan Praktek lapangan

 

 

 

 

MATERI PELATIHAN

 

No. Materi Kelas I Kelas II
       
I Kelompok Dasar    
  –        Kebijakan dasar-dasar K3 2 2
  Peraturan Perundang-undangan Pesawat Tenaga dan Produksi    
  –        Undang-undang No.1 tahun 1970 3 3
  –        Permenaker No.38 tahun 2016 3 3
       
II Kelompok Inti    
  –        Pengetahuan dasar Tanur / Dapur 4 4
  –        Dasar-dasar Kelistrikan / Instalasi Listrik 2 2
  –        Perlengkapan Keselamatan Kerja 4 2
  –        Troble Shooting 4 4
  –        Sebab-sebab Kecelakaan dan Penanganannya 4 4
  –        Sistem pengendalian dan pengoperasian aman 4 4
  –        Pemeliharaan, Pemeriksaan dan Pengujian 4 4
       
III Kelompok Penunjang    
  Lingkungan Kerja dan Pengendaliannya 2  
  Dasar-dasar Perhitungan Kapasitas 2  
  Pengetahuan Bahan 2  
  Pengetahuan Job Safety Analysis 2  
       
IV Ujian    
  Teori 2 2
  Praktek 6 6
Jumlah Jam Pelajaran ( JP ) 50 40

 

PERSYARATAN PESERTA

  • Menyiapkan Foto Copy Kartu Identitas
  • Menyiapkan Fotocopy ijazah terakhir
  • Pasfoto ukuran 2×3, 3×4, & 4×6 masing-masing 3 lembar
  • Menyiapkan surat keterangan sehat dari dokter
  • Surat keterangan kerja dari perusahaan

 

OPERATOR TANUR KELAS I

  • Sekurang-kurangnya berpendidikan SLTA / sederajat dan atau berpengalaman sekurang-kurangnya 5 tahun membantu pengoperasian di bidangnya
  • Sehat jasmani dan rohani
  • Berusia sekurang-kurangnya 23 tahun

 

OPERATOR TANUR KELAS II

  • Sekurang-kurangnya berpendidikan SLTP / sederajat dan atau berpengalaman sekurang-kurangnya 3 tahun membantu pengoperasian di bidangnya
  • Sehat jasmani dan rohani
  • Berusia sekurang-kurangnya 21 tahun

 

SERTIFIKASI

Peserta yang lulus dan memenuhi syarat pada pelatihan ini akan diberikan Sertifikat dan Lisensi yang di terbitkan oleh KEMENAKERTRANS & Sertifikat Internal dari PJK3 SKN

 

BAHASA PENGANTAR

Bahasa yang digunakan dalam pelatihan ini adalah bahasa Indonesia

DURASI PELATIHAN

 

  • Operator Tanur Kelas I : Lima ( 5 ) hari
  • Operator Tanur Kelas II : Empat ( 4 ) hari

 

 

TEMPAT PELATIHAN

SKN Training Center Jakarta

Ruko Angsana, Jl. Rawajati Timur No.1 Kav.I – J , Pasar Minggu

Jakarta Selatan 12510

TEKNISI / PETUGAS PEMERIKSA PENGUJI BIDANG BEJANA TEKANAN DAN TANGKI TIMBUN

LATAR BELAKANG

Pemanfaatan bejana tekan dan tangki timbun akhir – akhir ini telah berkembang pesat di berbagai proses industri maupun untuk fasilitas umum dan bahkan di rumah – rumah tangga. Bejana tekan dan tangki timbun merupakan peralatan teknik yang mengandung resiko bahaya tinggi yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan atau peledakan. Tingginya resiko kecelakaan kerja pada Bejana Tekanan dan tangki timbun membuat perusahaan semakin waspada akan bahaya yang mungkin ditimbulkan. Oleh karena itu guna menghindari agar tidak terjadi kecelakaan atau peledakan, sangat penting untuk melakukan prosedur pengoperasian Bejana tekanan dan tangki timbun sesuai dengan standar yang berlaku. Sebelum dalam periode pemakaian setiap peralatan bejana tekanan dan tangki timbun serta alat pengaman/ perlengkapannya harus dilakukan pemeriksaan, pengujian, serta dirawat dengan baik dan teratur (berkala). Pemeriksaan dan Pengujian Bejana Tekanan dan tangki timbun harus dilakukan oleh tenaga kerja yang memiliki kompetensi khusus yang bersertifikasi, dan memiliki kewenangan yang sudah ditunjuk oleh Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI.

Pelaksanaan syarat – syarat K3 Bejana Tekan atau Tangki Timbun meliputi kegiatan perencanaan, pembuatan, pemasangan, pengisian, pengangkutan, pemakaian, pemeliharaan, perbaikan, modifikasi, penyimpanan, dan pemeriksaan serta pengujian.

Bejana Tekanan meliputi :

  • Bejana penyimpanan gas, campuran gas
  • Bejana penyimpanan bahan bakar gas yang digunakan sebagai bahan bakar untuk kendaraan
  • Bejana transport yang digunakan untuk penyimpanan atau pengangkutan
  • Bejana proses
  • Pesawat pendingin.

Tangki Timbun meliputi :

  • Tangki penimbun cairan bahan mudah terbakar
  • Tangki penimbun cairan bahan berbahaya
  • Tangki penimbun cairan lainnya

 

DASAR HUKUM

  • Undang-undang No.1 Tahun 1970
  • Permenaker Nomor 37 Tahun 2016
  • Surat Edaran Menaker No.6/MEN/1990 tentang Pewarnaan Botol Baja/ Tabung bertekanan
  • Keputusan Dirjen Pembina Pengawasan Ketenagakerjaan No.Kep/75/PPK/XII/2013 khusus yang mengatur Calon Ahli K3 bidang Pesawat uap dan bejana tekanan.

MATERI PELATIHAN

No. Materi Jumlah JP
I Kelompok Dasar  
  Kebijakan dan Dasar-dasar K3 4
  Undang-undang No.1 Tahun 1970 3
  Permenaker No. 37 Tahun 2016 3
     
II Kelompok Inti  
  Pengetahuan dasar bejana tekan dan tangki timbun serta bagian-bagiannya 4
  Fungsi Appendages/perlengkapan bejana tekan dan tangki timbun 4
  Fluida pengisi bejana tekan dan tangki timbun 4
  Korosi dan pencegahannya 4
  Pengetahuan bahan 6
  Penilaian perhitungan konstruksi bejana tekan & tangki timbun 4
  Non Destructive Test (NDT) 4
  Pemeriksaan dan Pengujian 16
     
III Kelompok Penunjang  
  Standar pemeriksaan dan pengujian 4
  Perpindahan panas 2
  Pengetahuan las 2
     
IV Ujian  
  Teori 6
  Praktek 20
Jumlah Jam Pelajaran 90 JP

 

INSTRUKTUR

Instruktur yang akan memberikan materi pelatihan yaitu Tenaga Ahli dari Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta dari akademisi dan praktisi profesional.

 

PERSYARATAN PESERTA

 

  • Berpendidikan minimal SMA / Sederajat
  • Menyiapkan Foto Copy Kartu Identitas
  • Berpengalaman di bidangnya sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun
  • Pasfoto ukuran 2×3, 3×4, & 4×6 masing-masing 3 lembar
  • Menyiapkan surat keterangan sehat dari dokter
  • Menyiapkan fotokopi ijazah terakhir
  • Surat keterangan kerja dari perusahaan

 

SERTIFIKASI

 

Peserta yang lulus dan memenuhi syarat pada pelatihan ini akan diberikan Sertifikat dan Lisensi yang di terbitkan oleh KEMENAKERTRANS & Sertifikat Internal dari PJK3 SKN

 

BAHASA PENGANTAR

Bahasa yang digunakan dalam pelatihan ini adalah bahasa Indonesia

DURASI PELATIHAN

 Sembilan (9)  hari

 

TEMPAT PELATIHAN

SKN Training Center Jakarta

Ruko Angsana, Jl. Rawajati Timur No.1 Kav.I – J , Pasar Minggu

Jakarta Selatan 12510

OPERATOR BIDANG PESAWAT TENAGA DAN PRODUKSI

LATAR BELAKANG

Dalam usaha pencegahan kecelakaan dan penyakit akibat kerja, maka pendidikan dan pelatihan keselamatan kerja (K3) bagi semua level karyawan/operator merupakan hal yang sangat penting dilakukan. Keharusan tersedianya personil dengan kompetensi sebagai operator pesawat tenaga dan produksi di perusahaan berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI No.38 Tahun 2016 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pesawat Tenaga dan Produksi.

DASAR HUKUM

  • Undang-undang No.1 Tahun 1970 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja
  • Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. Per.05/Men/1985 tentang Pesawat Angkat Angkut
  • Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. Per.38/Men/2016 tentang Pesawat Tenaga dan Produksi

TUJUAN dan MANFAAT PELATIHAN

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan kemampuan dan ketrampilan dalam teknik pengoperasian Pesawat Tenaga dan Produksi secara aman, benar dan sesuai dengan peraturat Perundangan Bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) :

  • Melaksanakan Peraturan dan ketentuan Perundang-undangan K3
  • Meningkatkan kemampuan, pengetahuan dan ketrampilan operator Pesawat Tenaga Produksi secara aman
  • Meningkatkan skill operator sehingga dapat menghindari/mengurangi kecelakaan kerja
  • Mendapatkan pengakuan secara sah dengan bukti Lisensi Operator K3 Pesawat Tenaga Produksi

METODE PELATIHAN

Ceramah, Diskusi, Simulasi dan Praktek Lapangan

PESERTA TRAINING

Pelatihan ini perlu diikuti oleh para Operator , Supervisor, dll. Dengan persyaratan minimal SMA atau sederajat

 

MATERI PELATIHAN

 

No Materi / Kurikulum
   
I Kelompok Dasar
  –        Kebijakan dan Dasar-dasar K3
  –        Undang-undang No. 1 Tahun 1970
  –        Permenaker No. 38 Tahun 2016
   
II Kelompok Inti
  –        Pengetahuan dasar dan bagian-bagian pesawat tenaga produksi
  –        Pengetahuan dasar motor penggerak
  –        Pengetahuan dasar hidrolik
  –        Pengetahuan kelistrikan
  –        Perangkat keselamatan kerja (safety devices)
  –        Pengetahuan bahan dan korosi
  –        Trouble Shooting
  –        Sebab-sebab kecelakaan dan penangannanya
  –        Lingkungan kerja dan pengendaliannya
  –        Sistem pengendalian dan pengoperasian aman
   
   
III Kelompok Penunjang
  –        Standar pemeriksaan dan pengujian
  –        Pengetahuan las
  –        Pengetahuan Job Safety Analysis
   
IV Evaluasi
  –        Ujian Teori
  –        Praktek Lapangan

 

INSTRUKTUR

Instruktur yang akan memberikan materi pelatihan berasal dari Tenaga Ahli Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI, serta dari akademisi dan praktisi profesional.

 

PERSYARATAN PESERTA

Berpendidikan minimal SMA / Sederajat

  • Menyiapkan Foto Copy Kartu Identitas
  • Berpengalaman bekerja di bidangnya sekurang-kurangnya 2 (dua ) tahun
  • Pasfoto ukuran 2×3, 3×4, & 4×6 masing-masing 3 lembar
  • Menyiapkan surat keterangan sehat dari dokter
  • Menyiapkan fotokopi ijazah terakhir
  • Surat keterangan kerja dari perusahaan

 

SERTIFIKASI

Peserta yang lulus dan memenuhi syarat pada pelatihan ini akan diberikan Sertifikat dan Lisensi yang di terbitkan oleh KEMENAKERTRANS & Sertifikat Internal dari PJK3 SKN

 

BAHASA PENGANTAR

Bahasa yang digunakan dalam pelatihan ini adalah bahasa Indonesia

DURASI PELATIHAN

 

Empat ( 4 )  hari

 

TEMPAT PELATIHAN

SKN Training Center Jakarta

Ruko Angsana, Jl. Rawajati Timur No.1 Kav.I – J , Pasar Minggu

Jakarta Selatan 12510

KOORDINATOR UNIT PENANGGULANGAN KEBAKARAN (FIRE B)

LATAR BELAKANG

Sesuai dengan Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No : KEP-186/MEN/1999 tentang Unit Penanggulangan Kebakaran di Tempat Kerja, Pengurus atau Pengusaha wajib mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran, latihan penanggulangan kebakaran di tempat  kerja. Termasuk  dalam   kewajiban   mencegah, mengurangi  dan  memadamkan kebakaran ini adalah pembentukan unit  penanggulangan kebakaran di tempat kerja dan menyelenggarakan pelatihan dan gladi penanggulangan kebakaran secara berkala. Unit penanggulangan kebakaran tersebut terdiri dari :

  • Petugas Peran Kebakaran
  • Regu Penanggulangan Kebakaraan
  • Koordinator unit Penanggulangan Kebakaran
  • Ahli K3 Spesialis penanggulangan Kebakaran sebagai penanggung jawab teknis

 

TUJUAN

Adapun tujuan yang ingin dicapai dengan melakukan Training Koordinator Unit Penanggulangan Kebakaran (FIRE B) ini yaitu untuk menyiapkan personil yang memiliki kompetensi sebagai berikut:

  • Memimpin penanggulangan kebakaran sebelum mendapat bantuan dari instansi yang berwenang
  • Menyusun program kerja dan kegiatan tentang cara penanggulangan kebakaran
  • Mengusulkan anggaran, sarana dan fasilitas penanggulangan kebakaran kepada pengurus

MATERI

N0. Materi Jumlah JP
I Sistem pengawasan K3  
  –        Kebijaksanaan dan program penegembangan pembinaan & pengawasan K3 4
II System manajemen K3  
  –        Peraturan Menteri Tenaga Kerja Per.05/Men/1996 4
III Konsep perencanaan system proteksi kebakaran  
  –        Peraturan dan standar system proteksi kebakaran 4
  –        Penerapan 5R ditempat kerja 4
     
IV Teknis Inspeksi  
  –        Evaluasi potensi kebakaan 2
  –        Penanganan benda-benda dan pekerjaan bahaya 3
  –        Instalasi listrik & penyalur petir 3
  –        Manajemen pengamanan kebakaran 2
V System pelaporan kebakaran  
  –        Peraturan wajib lapor kecelakaan  
  –        System analisa kasus kecelakaan  dan kebakaran 4
  –        System pelaporan kecelakaan dan kebakaran  
VI Asuransi kebakaran 2
VII Perilaku manusia dalam menghadapi kebakaran 2
VIII Manual tanggap darurat  
  –        Penyusunan buku penanganan keadaan darurat kebakaran 2
  –        Scenario latihan penaggulangan kebakaran terpadu 2
IX Teknik pemeriksaan dan pengujian proteksi kebakaran 4
X Praktek  
  –        Kunjungan ke tempat kerja 7
  –        Diskusi/perumusan 7
X Evaluasi 6
Jumlah jam pelajaran 60 JP

METODE PELATIHAN
presentasi, diskusi, studi kasus, Roleplay

BAHASA

Bahasa yang digunakan dalam pelatihan ini adalah bahasa Indonesia.

 

 PERSYARATAN TRAINING

Peserta melampirkan :

  • Photo copy ijazah terakhir.
  • Photo copy Kartu Tanda Penduduk (KTP);
  • Menyiapkan pas photo ukuran 4×6; 3×4 dan 1,5×2 masing-masing 2 lembar.
  • Surat keterangan sehat dari dokter
  • Surat Permohonan Penunjukan dari Perusahaan untuk mengikuti pelatihan.

 

Syarat-syarat peserta :

  • Sehat jasmani dan rohani.
  • Pendidikan minimal SMA/Sederajat
  • Bekerja pada perusahaan yang bersangkutan dengan masa kerja minimal 5 tahun.
  • Telah mengikuti sertifikasi Petugas Peran Kebakaran (Fire – Kelas D) dan Regu Penanggulangan Kebakaran (Fire – Kelas C).

 

SERTIFIKASI

Peserta yang lulus pada pelatihan ini akan diberikan sertifikat dan kewenangan yang di keluarkan oleh KEMENAKERTRANS & Sertifikat Internal dari SKN

 

DURASI

6 hari

 

TEMPAT PELATIHAN

SKN Training Center Jakarta

Ruko Angsana, Jl. Rawajati Timur No.1 Kav.i, Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12510

AHLI K3 SPESIALIS PENANGGULANGAN KEBAKARAN (FIRE A)

LATAR BELAKANG

Sesuai dengan Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No. KEP-186/MEN/1999 tentang Unit Penanggulangan Kebakaran di Tempat Kerja, pengurus atau pengusaha wajib mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran, latihan penanggulangan kebakaran di tempat kerja. Termasuk dalam kewajiban mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran ini adalah pembentukan unit penanggulangan kebakaran di tempat kerja dan menyelenggarakan pelatihan dan gladi penanggulangan kebakaran secara berkala.

 

TUJUAN

Adapun tujuan yang ingin dicapai dengan melakukan Training ini yaitu untuk menyiapkan personil yang memiliki kompetensi sebagai berikut:

  • Membantu mengawasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan bidang penganggulangan kebakaran
  • Memberikan laporan kepada menteri atau pejabat yang ditunjuk sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku
  • Merahasiakan segala keterangan tentang rahasia perusahaan atau instansi yang didapat berhubungan dengan jabatannya
  • Memimpin penanggulangan kebakaran sebelum mendapat bantuan dari instansi yang berwenang
  • Menyusun program kerja atau kegiatan penanggulangan kebakaran
  • Mengusulkan anggaran, sarana dan fasilitas penanggulangan kebakaran kepada pengurus
  • Melakukan koordinasi dengan instansi terkait

METODE PELATIHAN
presentasi, diskusi, studi kasus, Roleplay

BAHASA

Bahasa yang digunakan dalam pelatihan ini adalah bahasa Indonesia.

 

SERTIFIKASI

Peserta yang lulus pada pelatihan ini akan diberikan sertifikat dan kewenangan yang di keluarkan oleh KEMENAKERTRANS & akan diberikan juga sertifikat internal dari PT. SKN

 

DURASI PELATIHAN

6 Hari

  

MATERI PELATIHAN

 

No. Materi Jumlah JP
1 Development program of occupational Healt & Safety 2
2 Industrial communication pattern 2
3 Fire Risk Assessment 2
4 Cost and Benefit analysis of safety 2
5 Explosion Protection 2
6 Smoke Control System 2
7 Building Construction 2
8 Environmental impact of fire 2
9 Performance based design on fire safety 2
10 Fire modeling and simulation 2
11 Fire safety audit internal ( ISO 9000 ) 2
12 Fire Safety design & evaluation 2
13 Praktek ( Kunjungan ke laboratorium uji api ) 10
14 Kertas Kerja 10
15 Diskusi/ekspose 10
16 Evaluasi 6
Jumlah jam pelajaran @45 menit 60

 

  • Sehat jasmani dan Rohani
  • Berpendidikan minimum Diploma 3
  • Photo copy Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • Surat Keterangan Kesehatan dari Dokter
  • Menyiapkan pas photo ukuran 4×6; 3×4 dan 2×3 masing-masing 3 lembar (background merah)
  • Surat Permohonan Penunjukan dari Perusahaan untuk mengikuti pelatihan.
  • Telah mengikuti pelatihan Petugas Peran Kebakaran (FIRE D) , Regu Penanggulangan Kebakaran (FIRE C) & Koordinator Penanggulangan Kebakaran (FIRE B)

 

TEMPAT PELATIHAN

SKN Training Center Jakarta

Ruko Angsana, Jl. Rawajati Timur Raya No.1 Kav. H-J, Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan

AHLI K3 MADYA KONSTRUKSI

LATAR BELAKANG

Berdasarkan UU No. 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja pasal 1 ayat (6) bahwa Ahli keselamatan dan Kesehatan Kerja (Ahli K3) adalah, tenaga teknis yang berkeahlian khusus di luar Departemen Tenaga Kerja yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja untuk mengawasi ditaatinya UU Keselamatan Kerja. Ahli K3 Konstruksi adalah tenaga teknis yang mempunyai kompetensi khusus di bidang K3 Konstruksi dalam merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi SMK3 Konstruksi yang dibuktikan dengan sertifikat pelatihan dan kompetensi yang diterbitkan oleh lembaga atau instansi yang berwenang sesuai dengan Undang-Undang (Peraturan Menteri Pekerjaan Umum  Nomor : 05 /PRT/M/2014)

Telah ditetapkan oleh Peraturan tersebut bahwa setiap Proyek Konstruksi Bangunan yang :

  1. Memperkerjakan tenaga kerja lebih dari 100 orang atau menyelenggarakan proyek labih dari 6 bulan adalah wajib memiliki minimal 1 (satu ) orang Ahli Utama K3-Konstruksi, 1 ( satu ) orang Ahli Madya K3 Konstruksi dan 2 (dua ) orang Ahli Muda K3 Konstruksi.
  2. Memperkerjakan tenaga kerja kurang dari 100 orang atau menyelenggarakan proyek kurang dari 6 bulan adalah wajib memiliki minimal, 1 ( satu ) orang Ahli Madya K3 Konstruksi dan 1 (satu) orang Ahli Muda K3 Konstruksi.
  3. Memperkerjakan tenaga kerja kurang dari 25 orang atau menyelenggarakan proyek kurang dari dari 3 ( tiga ) bulan adalah wajib memiliki 1 ( satu ) orang Ahli Muda K3 Konstruksi,

Dan hal tersebut diatas merupakan tanggung jawab penyedia Jasa Konstruksi (Kontraktor), untuk memenuhi peraturan tersebut sehingga Kompetensi dan Lisensi Ahli Madya K3 Konstruksi  merupakan jawaban dari masalah ini dimana ada standar yang dapat nilai, sertifikasi dan dapat diakui secara nasional.

TUJUAN PELATIHAN

  • Memahami Peraturan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di bidang Konstruksi
  • Memahami prosedur kerja aman konstruksi bangunan
  • Mengidentifikasi kecelakaan kerja dan mengantisipasi tindakan dan kondisi bahaya
  • Melaksanakan sosialisasi berupa pelatihan dalam bidang keilmuan K3 Konstruksi
  • Mengaudit dan mengevaluasi secara efektif atas pelaksannan program-program K3 Konstruksi
  • Mengawasi dan memimpin pelaksanaan program-program sistem K3 Konstruksi

 

MATERI PELATIHAN

No. Materi Jumlah JP
1 Undang-undang, Standar an Peraturan K3 8 jam
2 Manajemen Konstruksi 4 jam
3 Pengetahuan teknik konstruksi 4 jam
4 Pengetahuan dasar K3 2 jam
5 Manajemen dan Administrasi 2 jam
6 K3 Pekerjaan konstruksi 8 jam
7 Manajemen resiko 4 jam
8 Manajemen lingkungan 2 jam
9 K3 Peralatan konstruksi 6 jam
10 Sistem pemadaman kebakaran 4 jam
11 Kesiagaan da sistem kebakaran 4 jam
12 Kesiagaan dan sistem tanggap darurat 2 jam
13 Pengenalan bahaya dan sitem radio aktif 2 jam
14 Hygiene perusahaan dan project 2 jam
15 Manajemen umum 2 jam
16 K3 ruang tertutup 2 jam
17 Manajemen pelatihan dan kompetensi K3 4 jam
18 Komunikasi, konsultasi dan kesadaran K3 2 jam
19 Pengetahuan auditing K3 2 jam
20 Observasi lapangan dan Penyusunan Makalah 14 jam
21 Seminar 6 jam
22 Evaluasi 4 jam
Jumlah jam pelajaran (minimal) 90 jam

 

PERSYARATAN PESERTA

  • Sehat jasmani dan Rohani
  • Berpendidikan minimal SMA/Sederajat
  • Pengalaman kerja di Bidang Konstruksi minimal 3 tahun
  • Meyiapkan fotocopy Kartu Tanda Penduduk
  • Menyiapkan fotocopy ijazah terakhir
  • Membawa Surat Rekomendasi dari Perusahaan
  • Membawa Pas Foto 2×3, 3×4 & 4×6 masing-masing 3 lembar (background merah)
  • Membawa surat keterangan kesehatan dari dokter

 

PESERTA TRAINING

Pelatihan ini perlu diikuti para praktisi K3, Supervisor, anggota P2K3 dll. Dengan persyaratan minimal SMA atau sederajat.

INSTRUKTUR

Instruktur yang akan memberikan materi pelatihan yaitu Tenaga Ahli dari Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta dari akademisi dan praktisi profesional.

SERTIFIKASI

Kepada peserta yang lulus diberikan Sertifikat dan Lisensi pelatihan Ahli K3 Madya Konstruksi dari Kemenakertrans dan Surat Keterangan Penunjukan Ahli K3 Madya Konstruksi yang diterbitkan oleh Kemenakertrans setelah memenuhi syarat dan Sertifikat Internal dari PJK3 SKN.

BAHASA

Bahasa yang digunakan dalam pelatihan ini adalah bahasa Indonesia

 

DURASI

Sembilan (9)  hari

 

TEMPAT PELATIHAN

SKN Training Center Jakarta

Ruko Angsana, Jl. Rawajati Timur No.1 Kav.I – J , Pasar Minggu

Jakarta Selatan 12510

TEKNISI SCAFFOLDING

LATAR BELAKANG

Pelatihan Teknisi Scaffolding merupakan salah satu bagian dari Pembinaan yang di fokuskan untuk para Teknisi Scaffolder di Indonesia supaya memiliki Skill dalam hal Keselamatan dan Kesehatan bekerja.Tujuan dari program pelatihan Teknisi Perancah Sertifikasi Kemnaaker RI ini adalah di harapkan para pekerja khususnya Scaffolder mampu melakukan pemasangan ,perawatan,pemeliharaan dan pembongkaran perancah secara selamat dan sehat bagi dirinya,orang lain,konstruksi dan bagian-bagiannya aman dalam pengoperasian.

TUJUAN DAN MANFAAT

Pelatihan ini dirancang untuk memenuhi peraturan pemerintah: UU no. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, Peraturan Menteri Tenaga Kerja no. PER. 01/MEN/1980 tentang Keselamatan & Kesehatan Kerja pada Konstruksi Bangunan dan SKB Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Pekerjaan Umum no. Kep 174/Men/1986 dan no. 104/Kpts/1986 dan pedoman pelaksanaan tentang keselamatan dan kesehatan kerja pada tempat kegiatan konstruksi. Selain untuk memenuhi peraturan pemerintah,

Selain itu pelatihan ini merupakan informasi dasar dalam upaya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja ( K3 ) pada pemasangan, pembongkaran, penggunaan perancah secara aman guna menunjang pekerjaan di perusahaan manufaktur dan konstruksi bangunan.

METODE PENYAJIAN

Metode pelatihan ini adalah ceramah, diskusi dan praktek lapangan, yang akan diberikan oleh Instruktur Ahli dari KEMENAKERTRANS RI, para profesional serta praktisi.

MATERI PEMBINAAN

No. Materi Jumlah Jam (JP)
1 Undang-undang No.1 Tahun 1970 2 jam
2 Peraturan Mentri No.1/Men/1980 2 jam
3 Surat Keputusan bersama No.174/Men/1986 & No.104/Kpts/1986 2 jam
4 Pengetahuan dasar perancah/scaffolding 2 jam
5 Jenis-jenis perancah 3 jam
6 Standar dan pedoman teknisi perancah 4 jam
7 Dasar-dasar perhitungan konstruksi perancah 4 jam
8 Supervisi perancah 3 jam
9 Penggunaan perancah yang aman 2 jam
10 Pemasangan dan pembokaran perancah 4 jam
11 Praktek lapangan 10 jam
12 Ujian 3 jam
Jumlah JP 40 jam

SASARAN PESERTA

Pelatihan ini sangat tepat untuk diikuti oleh pegawai pada berbagai departemen yang telah bekerja sekurang-kurangnya dua tahun atau lebih. Agar pencapaian target pelatihan secara maksimal, maka sasaran peserta adalah para civil engineer khususnya para scaffolder, khususnya yang menangani perancah (scaffolding), atau Individu yang ingin meningkatkan pemahaman dalam penggunaan scaffolding dalam konstruksi.

 

BAHASA PENGANTAR

Bahasa Indonesia

 

PERSYARTAN PESERTA

  • Menyiapkan Kartu Tanda Identitas
  • Pendidikan minimal SMA/sederajat
  • Berpengalaman minimal 3 tahun sebagai Scaffolder
  • Pas foto ukuran 2×3, 3×4, 4×6 masing-masing 3 lembar (background merah)
  • Surat keterangan bekerja dari Perusahaan
  • Surat keterangan sehat dari dokter

INSTRUKTUR

Instruktur yang menyampaikan materi pelatihan berasal dari Tenaga Ahli KEMNAKERTRANS dan Praktisi professional

 

TEMPAT PELAKSANAAN

SKN Training Center Jakarta

Ruko Angsana, Jl. Rawajati Timur No.1 Kav H-J, Pasar Minggu

Jakarta Selatan 12510

REGU PENANGGULANGAN KEBAKARAN KELAS C

LATAR BELAKANG

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dasar pencegahan dan penanggulangan kebakaran, serta mempersiapkan petugas dan tenaga kerja untuk menanggulangi kebakaran dalam perusahaan. Dasar hukum yang melandasi pentingnya training ini adalah:

  1. Undang-Undang No.01 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.
  2. Permenaker No.4 Tahun 1980 tentang Alat Pemadam Api Ringan.
  3. Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No. KEP-186/MEN/1999 tentang Unit Penanggulangan Kebakaran di Tempat Kerja.

TUJUAN PELATIHAN

Untuk memberikan peserta pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri untuk merespon dengan tepat keadaan darurat kebakaran dan memberikan pengetahuan penggunaan yang tepat dari peralatan darurat dan prosedur untuk meningkatkan kelangsungan hidup mereka dalam keadaan darurat kebakaran.

MATERI DAN DURASI PELATIHAN

No. Kurikulum Jam
I Peraturan Perundang-undangan K3  
  –        Kebijakan K3 2
  –        Undang-undang No.1 Tahun 1970 2
  –        Sistem manajemen K3 2
  –        Norma-norma K3 Penanggulangan kebakaran 2
II Pengetahuan Teknik Pencegahan Kebakaran  
  –        Teori api dan anatomi kebakaran 2
  –        Penyimpanan dan penanganan bahan mudah terbakar/meledak 4
  –        Metoda pengendalian proses pekerjaan/penggunaan alat, instalasi dan energy panas lainnya 4
III Sistem instalasi deteksi, alarm dan pemadam kebakaran  
  –        Sistem deteksi & alarm kebakaran 2
  –        Alat pemadaman api ringan 2
  –        Hydran springkler 2
  –        Sistem pemadam kimia 2
  –        Fire safety equipment 2
IV Sarana evakuasi  
  –        Jalan lintas, koridor, tangga, helipet, tempat berkumpul 2
V Pemeliharaan, pemeriksaan, pengujian peralatan proteksi kebakaran  
  –        Instalasi alarm, APAR, Hydran, Springkler dan lainnya 6
VI Fire Emergency Respon Plan  
  –        Pengorganisasian sistem tanggap darurat 2
  –        Prosedur tanggap darurat 2
  –        Pertolongan penderita gawat darurat 2
VII Praktek Pemadaman  
  –        APAR, Hydran, Penyelamatan 16
  Evaluasi 4
Jumlah Jam Pelajaran @45 menit 60

 

SERTIFIKASI

Peserta yang lulus dan memenuhi syarat pada pelatihan ini akan diberikan Sertifikat dan Lisensi yang di keluarkan oleh KEMENAKERTRANS RI dan Sertifikat Internal dari SKN

BAHASA

Bahasa yang digunakan dalam pelatihan ini adalah bahasa Indonesia.

PERSYARATAN PESERTA

  • Photo copy Ijazah terakhir minimum SMA/Sederajat
  • Photo copy Sertifikat & Lisensi Petugas Peran kebakaran kelas D (FIRE D)
  • Photo copy Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • Menyiapkan pas photo ukuran 4×6; 3×4 dan 2×3 masing-masing 3 lembar
  • Surat Keterangan Bekerja dari Perusahaan
  • Surat Keterangan Kesehatan dari Dokter

 

TEMPAT PELATIHAN

SKN Training Center Jakarta

Ruko Angsana, Jl. Rawajati Timur No.1 Kav.i, Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12510