TEKNISI / PETUGAS PEMERIKSA PENGUJI BIDANG BEJANA TEKANAN DAN TANGKI TIMBUN

LATAR BELAKANG

Pemanfaatan bejana tekan dan tangki timbun akhir – akhir ini telah berkembang pesat di berbagai proses industri maupun untuk fasilitas umum dan bahkan di rumah – rumah tangga. Bejana tekan dan tangki timbun merupakan peralatan teknik yang mengandung resiko bahaya tinggi yang dapat menyebabkan terjadinya kecelakaan atau peledakan. Tingginya resiko kecelakaan kerja pada Bejana Tekanan dan tangki timbun membuat perusahaan semakin waspada akan bahaya yang mungkin ditimbulkan. Oleh karena itu guna menghindari agar tidak terjadi kecelakaan atau peledakan, sangat penting untuk melakukan prosedur pengoperasian Bejana tekanan dan tangki timbun sesuai dengan standar yang berlaku. Sebelum dalam periode pemakaian setiap peralatan bejana tekanan dan tangki timbun serta alat pengaman/ perlengkapannya harus dilakukan pemeriksaan, pengujian, serta dirawat dengan baik dan teratur (berkala). Pemeriksaan dan Pengujian Bejana Tekanan dan tangki timbun harus dilakukan oleh tenaga kerja yang memiliki kompetensi khusus yang bersertifikasi, dan memiliki kewenangan yang sudah ditunjuk oleh Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI.

Pelaksanaan syarat – syarat K3 Bejana Tekan atau Tangki Timbun meliputi kegiatan perencanaan, pembuatan, pemasangan, pengisian, pengangkutan, pemakaian, pemeliharaan, perbaikan, modifikasi, penyimpanan, dan pemeriksaan serta pengujian.

Bejana Tekanan meliputi :

  • Bejana penyimpanan gas, campuran gas
  • Bejana penyimpanan bahan bakar gas yang digunakan sebagai bahan bakar untuk kendaraan
  • Bejana transport yang digunakan untuk penyimpanan atau pengangkutan
  • Bejana proses
  • Pesawat pendingin.

Tangki Timbun meliputi :

  • Tangki penimbun cairan bahan mudah terbakar
  • Tangki penimbun cairan bahan berbahaya
  • Tangki penimbun cairan lainnya

 

DASAR HUKUM

  • Undang-undang No.1 Tahun 1970
  • Permenaker Nomor 37 Tahun 2016
  • Surat Edaran Menaker No.6/MEN/1990 tentang Pewarnaan Botol Baja/ Tabung bertekanan
  • Keputusan Dirjen Pembina Pengawasan Ketenagakerjaan No.Kep/75/PPK/XII/2013 khusus yang mengatur Calon Ahli K3 bidang Pesawat uap dan bejana tekanan.

MATERI PELATIHAN

No. Materi Jumlah JP
I Kelompok Dasar  
  Kebijakan dan Dasar-dasar K3 4
  Undang-undang No.1 Tahun 1970 3
  Permenaker No. 37 Tahun 2016 3
     
II Kelompok Inti  
  Pengetahuan dasar bejana tekan dan tangki timbun serta bagian-bagiannya 4
  Fungsi Appendages/perlengkapan bejana tekan dan tangki timbun 4
  Fluida pengisi bejana tekan dan tangki timbun 4
  Korosi dan pencegahannya 4
  Pengetahuan bahan 6
  Penilaian perhitungan konstruksi bejana tekan & tangki timbun 4
  Non Destructive Test (NDT) 4
  Pemeriksaan dan Pengujian 16
     
III Kelompok Penunjang  
  Standar pemeriksaan dan pengujian 4
  Perpindahan panas 2
  Pengetahuan las 2
     
IV Ujian  
  Teori 6
  Praktek 20
Jumlah Jam Pelajaran 90 JP

 

INSTRUKTUR

Instruktur yang akan memberikan materi pelatihan yaitu Tenaga Ahli dari Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta dari akademisi dan praktisi profesional.

 

PERSYARATAN PESERTA

 

  • Berpendidikan minimal SMA / Sederajat
  • Menyiapkan Foto Copy Kartu Identitas
  • Berpengalaman di bidangnya sekurang-kurangnya 3 (tiga) tahun
  • Pasfoto ukuran 2×3, 3×4, & 4×6 masing-masing 3 lembar
  • Menyiapkan surat keterangan sehat dari dokter
  • Menyiapkan fotokopi ijazah terakhir
  • Surat keterangan kerja dari perusahaan

 

SERTIFIKASI

 

Peserta yang lulus dan memenuhi syarat pada pelatihan ini akan diberikan Sertifikat dan Lisensi yang di terbitkan oleh KEMENAKERTRANS & Sertifikat Internal dari PJK3 SKN

 

BAHASA PENGANTAR

Bahasa yang digunakan dalam pelatihan ini adalah bahasa Indonesia

DURASI PELATIHAN

 Sembilan (9)  hari

 

TEMPAT PELATIHAN

SKN Training Center Jakarta

Ruko Angsana, Jl. Rawajati Timur No.1 Kav.I – J , Pasar Minggu

Jakarta Selatan 12510

OPERATOR BIDANG PESAWAT TENAGA DAN PRODUKSI

LATAR BELAKANG

Dalam usaha pencegahan kecelakaan dan penyakit akibat kerja, maka pendidikan dan pelatihan keselamatan kerja (K3) bagi semua level karyawan/operator merupakan hal yang sangat penting dilakukan. Keharusan tersedianya personil dengan kompetensi sebagai operator pesawat tenaga dan produksi di perusahaan berdasarkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI No.38 Tahun 2016 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pesawat Tenaga dan Produksi.

DASAR HUKUM

  • Undang-undang No.1 Tahun 1970 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja
  • Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. Per.05/Men/1985 tentang Pesawat Angkat Angkut
  • Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. Per.38/Men/2016 tentang Pesawat Tenaga dan Produksi

TUJUAN dan MANFAAT PELATIHAN

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan kemampuan dan ketrampilan dalam teknik pengoperasian Pesawat Tenaga dan Produksi secara aman, benar dan sesuai dengan peraturat Perundangan Bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) :

  • Melaksanakan Peraturan dan ketentuan Perundang-undangan K3
  • Meningkatkan kemampuan, pengetahuan dan ketrampilan operator Pesawat Tenaga Produksi secara aman
  • Meningkatkan skill operator sehingga dapat menghindari/mengurangi kecelakaan kerja
  • Mendapatkan pengakuan secara sah dengan bukti Lisensi Operator K3 Pesawat Tenaga Produksi

METODE PELATIHAN

Ceramah, Diskusi, Simulasi dan Praktek Lapangan

PESERTA TRAINING

Pelatihan ini perlu diikuti oleh para Operator , Supervisor, dll. Dengan persyaratan minimal SMA atau sederajat

 

MATERI PELATIHAN

 

No Materi / Kurikulum
   
I Kelompok Dasar
  –        Kebijakan dan Dasar-dasar K3
  –        Undang-undang No. 1 Tahun 1970
  –        Permenaker No. 38 Tahun 2016
   
II Kelompok Inti
  –        Pengetahuan dasar dan bagian-bagian pesawat tenaga produksi
  –        Pengetahuan dasar motor penggerak
  –        Pengetahuan dasar hidrolik
  –        Pengetahuan kelistrikan
  –        Perangkat keselamatan kerja (safety devices)
  –        Pengetahuan bahan dan korosi
  –        Trouble Shooting
  –        Sebab-sebab kecelakaan dan penangannanya
  –        Lingkungan kerja dan pengendaliannya
  –        Sistem pengendalian dan pengoperasian aman
   
   
III Kelompok Penunjang
  –        Standar pemeriksaan dan pengujian
  –        Pengetahuan las
  –        Pengetahuan Job Safety Analysis
   
IV Evaluasi
  –        Ujian Teori
  –        Praktek Lapangan

 

INSTRUKTUR

Instruktur yang akan memberikan materi pelatihan berasal dari Tenaga Ahli Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi RI, serta dari akademisi dan praktisi profesional.

 

PERSYARATAN PESERTA

Berpendidikan minimal SMA / Sederajat

  • Menyiapkan Foto Copy Kartu Identitas
  • Berpengalaman bekerja di bidangnya sekurang-kurangnya 2 (dua ) tahun
  • Pasfoto ukuran 2×3, 3×4, & 4×6 masing-masing 3 lembar
  • Menyiapkan surat keterangan sehat dari dokter
  • Menyiapkan fotokopi ijazah terakhir
  • Surat keterangan kerja dari perusahaan

 

SERTIFIKASI

Peserta yang lulus dan memenuhi syarat pada pelatihan ini akan diberikan Sertifikat dan Lisensi yang di terbitkan oleh KEMENAKERTRANS & Sertifikat Internal dari PJK3 SKN

 

BAHASA PENGANTAR

Bahasa yang digunakan dalam pelatihan ini adalah bahasa Indonesia

DURASI PELATIHAN

 

Empat ( 4 )  hari

 

TEMPAT PELATIHAN

SKN Training Center Jakarta

Ruko Angsana, Jl. Rawajati Timur No.1 Kav.I – J , Pasar Minggu

Jakarta Selatan 12510

KOORDINATOR UNIT PENANGGULANGAN KEBAKARAN (FIRE B)

LATAR BELAKANG

Sesuai dengan Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No : KEP-186/MEN/1999 tentang Unit Penanggulangan Kebakaran di Tempat Kerja, Pengurus atau Pengusaha wajib mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran, latihan penanggulangan kebakaran di tempat  kerja. Termasuk  dalam   kewajiban   mencegah, mengurangi  dan  memadamkan kebakaran ini adalah pembentukan unit  penanggulangan kebakaran di tempat kerja dan menyelenggarakan pelatihan dan gladi penanggulangan kebakaran secara berkala. Unit penanggulangan kebakaran tersebut terdiri dari :

  • Petugas Peran Kebakaran
  • Regu Penanggulangan Kebakaraan
  • Koordinator unit Penanggulangan Kebakaran
  • Ahli K3 Spesialis penanggulangan Kebakaran sebagai penanggung jawab teknis

 

TUJUAN

Adapun tujuan yang ingin dicapai dengan melakukan Training Koordinator Unit Penanggulangan Kebakaran (FIRE B) ini yaitu untuk menyiapkan personil yang memiliki kompetensi sebagai berikut:

  • Memimpin penanggulangan kebakaran sebelum mendapat bantuan dari instansi yang berwenang
  • Menyusun program kerja dan kegiatan tentang cara penanggulangan kebakaran
  • Mengusulkan anggaran, sarana dan fasilitas penanggulangan kebakaran kepada pengurus

MATERI

N0. Materi Jumlah JP
I Sistem pengawasan K3  
  –        Kebijaksanaan dan program penegembangan pembinaan & pengawasan K3 4
II System manajemen K3  
  –        Peraturan Menteri Tenaga Kerja Per.05/Men/1996 4
III Konsep perencanaan system proteksi kebakaran  
  –        Peraturan dan standar system proteksi kebakaran 4
  –        Penerapan 5R ditempat kerja 4
     
IV Teknis Inspeksi  
  –        Evaluasi potensi kebakaan 2
  –        Penanganan benda-benda dan pekerjaan bahaya 3
  –        Instalasi listrik & penyalur petir 3
  –        Manajemen pengamanan kebakaran 2
V System pelaporan kebakaran  
  –        Peraturan wajib lapor kecelakaan  
  –        System analisa kasus kecelakaan  dan kebakaran 4
  –        System pelaporan kecelakaan dan kebakaran  
VI Asuransi kebakaran 2
VII Perilaku manusia dalam menghadapi kebakaran 2
VIII Manual tanggap darurat  
  –        Penyusunan buku penanganan keadaan darurat kebakaran 2
  –        Scenario latihan penaggulangan kebakaran terpadu 2
IX Teknik pemeriksaan dan pengujian proteksi kebakaran 4
X Praktek  
  –        Kunjungan ke tempat kerja 7
  –        Diskusi/perumusan 7
X Evaluasi 6
Jumlah jam pelajaran 60 JP

METODE PELATIHAN
presentasi, diskusi, studi kasus, Roleplay

BAHASA

Bahasa yang digunakan dalam pelatihan ini adalah bahasa Indonesia.

 

 PERSYARATAN TRAINING

Peserta melampirkan :

  • Photo copy ijazah terakhir.
  • Photo copy Kartu Tanda Penduduk (KTP);
  • Menyiapkan pas photo ukuran 4×6; 3×4 dan 1,5×2 masing-masing 2 lembar.
  • Surat keterangan sehat dari dokter
  • Surat Permohonan Penunjukan dari Perusahaan untuk mengikuti pelatihan.

 

Syarat-syarat peserta :

  • Sehat jasmani dan rohani.
  • Pendidikan minimal SMA/Sederajat
  • Bekerja pada perusahaan yang bersangkutan dengan masa kerja minimal 5 tahun.
  • Telah mengikuti sertifikasi Petugas Peran Kebakaran (Fire – Kelas D) dan Regu Penanggulangan Kebakaran (Fire – Kelas C).

 

SERTIFIKASI

Peserta yang lulus pada pelatihan ini akan diberikan sertifikat dan kewenangan yang di keluarkan oleh KEMENAKERTRANS & Sertifikat Internal dari SKN

 

DURASI

6 hari

 

TEMPAT PELATIHAN

SKN Training Center Jakarta

Ruko Angsana, Jl. Rawajati Timur No.1 Kav.i, Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12510

AHLI K3 SPESIALIS PENANGGULANGAN KEBAKARAN (FIRE A)

LATAR BELAKANG

Sesuai dengan Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No. KEP-186/MEN/1999 tentang Unit Penanggulangan Kebakaran di Tempat Kerja, pengurus atau pengusaha wajib mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran, latihan penanggulangan kebakaran di tempat kerja. Termasuk dalam kewajiban mencegah, mengurangi dan memadamkan kebakaran ini adalah pembentukan unit penanggulangan kebakaran di tempat kerja dan menyelenggarakan pelatihan dan gladi penanggulangan kebakaran secara berkala.

 

TUJUAN

Adapun tujuan yang ingin dicapai dengan melakukan Training ini yaitu untuk menyiapkan personil yang memiliki kompetensi sebagai berikut:

  • Membantu mengawasi pelaksanaan peraturan perundang-undangan bidang penganggulangan kebakaran
  • Memberikan laporan kepada menteri atau pejabat yang ditunjuk sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku
  • Merahasiakan segala keterangan tentang rahasia perusahaan atau instansi yang didapat berhubungan dengan jabatannya
  • Memimpin penanggulangan kebakaran sebelum mendapat bantuan dari instansi yang berwenang
  • Menyusun program kerja atau kegiatan penanggulangan kebakaran
  • Mengusulkan anggaran, sarana dan fasilitas penanggulangan kebakaran kepada pengurus
  • Melakukan koordinasi dengan instansi terkait

METODE PELATIHAN
presentasi, diskusi, studi kasus, Roleplay

BAHASA

Bahasa yang digunakan dalam pelatihan ini adalah bahasa Indonesia.

 

SERTIFIKASI

Peserta yang lulus pada pelatihan ini akan diberikan sertifikat dan kewenangan yang di keluarkan oleh KEMENAKERTRANS & akan diberikan juga sertifikat internal dari PT. SKN

 

DURASI PELATIHAN

6 Hari

  

MATERI PELATIHAN

 

No. Materi Jumlah JP
1 Development program of occupational Healt & Safety 2
2 Industrial communication pattern 2
3 Fire Risk Assessment 2
4 Cost and Benefit analysis of safety 2
5 Explosion Protection 2
6 Smoke Control System 2
7 Building Construction 2
8 Environmental impact of fire 2
9 Performance based design on fire safety 2
10 Fire modeling and simulation 2
11 Fire safety audit internal ( ISO 9000 ) 2
12 Fire Safety design & evaluation 2
13 Praktek ( Kunjungan ke laboratorium uji api ) 10
14 Kertas Kerja 10
15 Diskusi/ekspose 10
16 Evaluasi 6
Jumlah jam pelajaran @45 menit 60

 

  • Sehat jasmani dan Rohani
  • Berpendidikan minimum Diploma 3
  • Photo copy Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • Surat Keterangan Kesehatan dari Dokter
  • Menyiapkan pas photo ukuran 4×6; 3×4 dan 2×3 masing-masing 3 lembar (background merah)
  • Surat Permohonan Penunjukan dari Perusahaan untuk mengikuti pelatihan.
  • Telah mengikuti pelatihan Petugas Peran Kebakaran (FIRE D) , Regu Penanggulangan Kebakaran (FIRE C) & Koordinator Penanggulangan Kebakaran (FIRE B)

 

TEMPAT PELATIHAN

SKN Training Center Jakarta

Ruko Angsana, Jl. Rawajati Timur Raya No.1 Kav. H-J, Pejaten Timur, Pasar Minggu, Jakarta Selatan

TRAINING DAN SERTIFIKASI AHLI K3 MADYA KONSTRUKSI

LATAR BELAKANG

Berdasarkan UU No. 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja pasal 1 ayat (6) bahwa Ahli keselamatan dan Kesehatan Kerja (Ahli K3) adalah, tenaga teknis yang berkeahlian khusus di luar Departemen Tenaga Kerja yang ditunjuk oleh Menteri Tenaga Kerja untuk mengawasi ditaatinya UU Keselamatan Kerja. Ahli K3 Konstruksi adalah tenaga teknis yang mempunyai kompetensi khusus di bidang K3 Konstruksi dalam merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi SMK3 Konstruksi yang dibuktikan dengan sertifikat pelatihan dan kompetensi yang diterbitkan oleh lembaga atau instansi yang berwenang sesuai dengan Undang-Undang (Peraturan Menteri Pekerjaan Umum  Nomor : 05 /PRT/M/2014)

Telah ditetapkan oleh Peraturan tersebut bahwa setiap Proyek Konstruksi Bangunan yang :

  1. Memperkerjakan tenaga kerja lebih dari 100 orang atau menyelenggarakan proyek labih dari 6 bulan adalah wajib memiliki minimal 1 (satu ) orang Ahli Utama K3-Konstruksi, 1 ( satu ) orang Ahli Madya K3 Konstruksi dan 2 (dua ) orang Ahli Muda K3 Konstruksi.
  2. Memperkerjakan tenaga kerja kurang dari 100 orang atau menyelenggarakan proyek kurang dari 6 bulan adalah wajib memiliki minimal, 1 ( satu ) orang Ahli Madya K3 Konstruksi dan 1 (satu) orang Ahli Muda K3 Konstruksi.
  3. Memperkerjakan tenaga kerja kurang dari 25 orang atau menyelenggarakan proyek kurang dari dari 3 ( tiga ) bulan adalah wajib memiliki 1 ( satu ) orang Ahli Muda K3 Konstruksi,

Dan hal tersebut diatas merupakan tanggung jawab penyedia Jasa Konstruksi (Kontraktor), untuk memenuhi peraturan tersebut sehingga Kompetensi dan Lisensi Ahli Madya K3 Konstruksi  merupakan jawaban dari masalah ini dimana ada standar yang dapat nilai, sertifikasi dan dapat diakui secara nasional.

TUJUAN PELATIHAN

  • Memahami Peraturan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di bidang Konstruksi
  • Memahami prosedur kerja aman konstruksi bangunan
  • Mengidentifikasi kecelakaan kerja dan mengantisipasi tindakan dan kondisi bahaya
  • Melaksanakan sosialisasi berupa pelatihan dalam bidang keilmuan K3 Konstruksi
  • Mengaudit dan mengevaluasi secara efektif atas pelaksannan program-program K3 Konstruksi
  • Mengawasi dan memimpin pelaksanaan program-program sistem K3 Konstruksi

 

MATERI PELATIHAN

No. Materi Jumlah JP
1 Undang-undang, Standar an Peraturan K3 8 jam
2 Manajemen Konstruksi 4 jam
3 Pengetahuan teknik konstruksi 4 jam
4 Pengetahuan dasar K3 2 jam
5 Manajemen dan Administrasi 2 jam
6 K3 Pekerjaan konstruksi 8 jam
7 Manajemen resiko 4 jam
8 Manajemen lingkungan 2 jam
9 K3 Peralatan konstruksi 6 jam
10 Sistem pemadaman kebakaran 4 jam
11 Kesiagaan da sistem kebakaran 4 jam
12 Kesiagaan dan sistem tanggap darurat 2 jam
13 Pengenalan bahaya dan sitem radio aktif 2 jam
14 Hygiene perusahaan dan project 2 jam
15 Manajemen umum 2 jam
16 K3 ruang tertutup 2 jam
17 Manajemen pelatihan dan kompetensi K3 4 jam
18 Komunikasi, konsultasi dan kesadaran K3 2 jam
19 Pengetahuan auditing K3 2 jam
20 Observasi lapangan dan Penyusunan Makalah 14 jam
21 Seminar 6 jam
22 Evaluasi 4 jam
Jumlah jam pelajaran (minimal) 90 jam

 

PERSYARATAN PESERTA

  • Sehat jasmani dan Rohani
  • Berpendidikan minimal SMA/Sederajat
  • Pengalaman kerja di Bidang Konstruksi minimal 3 tahun
  • Meyiapkan fotocopy Kartu Tanda Penduduk
  • Menyiapkan fotocopy ijazah terakhir
  • Membawa Surat Rekomendasi dari Perusahaan
  • Membawa Pas Foto 2×3, 3×4 & 4×6 masing-masing 3 lembar (background merah)
  • Membawa surat keterangan kesehatan dari dokter

 

PESERTA TRAINING

Pelatihan ini perlu diikuti para praktisi K3, Supervisor, anggota P2K3 dll. Dengan persyaratan minimal SMA atau sederajat.

INSTRUKTUR

Instruktur yang akan memberikan materi pelatihan yaitu Tenaga Ahli dari Kementrian Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta dari akademisi dan praktisi profesional.

SERTIFIKASI

Kepada peserta yang lulus diberikan Sertifikat dan Lisensi pelatihan Ahli K3 Madya Konstruksi dari Kemenakertrans dan Surat Keterangan Penunjukan Ahli K3 Madya Konstruksi yang diterbitkan oleh Kemenakertrans setelah memenuhi syarat dan Sertifikat Internal dari PJK3 SKN.

BAHASA

Bahasa yang digunakan dalam pelatihan ini adalah bahasa Indonesia

 

DURASI

Sembilan (9)  hari

 

TEMPAT PELATIHAN

SKN Training Center Jakarta

Ruko Angsana, Jl. Rawajati Timur No.1 Kav.I – J , Pasar Minggu

Jakarta Selatan 12510

TEKNISI SCAFFOLDING

LATAR BELAKANG

Pelatihan Teknisi Scaffolding merupakan salah satu bagian dari Pembinaan yang di fokuskan untuk para Teknisi Scaffolder di Indonesia supaya memiliki Skill dalam hal Keselamatan dan Kesehatan bekerja.Tujuan dari program pelatihan Teknisi Perancah Sertifikasi Kemnaaker RI ini adalah di harapkan para pekerja khususnya Scaffolder mampu melakukan pemasangan ,perawatan,pemeliharaan dan pembongkaran perancah secara selamat dan sehat bagi dirinya,orang lain,konstruksi dan bagian-bagiannya aman dalam pengoperasian.

TUJUAN DAN MANFAAT

Pelatihan ini dirancang untuk memenuhi peraturan pemerintah: UU no. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, Peraturan Menteri Tenaga Kerja no. PER. 01/MEN/1980 tentang Keselamatan & Kesehatan Kerja pada Konstruksi Bangunan dan SKB Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Pekerjaan Umum no. Kep 174/Men/1986 dan no. 104/Kpts/1986 dan pedoman pelaksanaan tentang keselamatan dan kesehatan kerja pada tempat kegiatan konstruksi. Selain untuk memenuhi peraturan pemerintah,

Selain itu pelatihan ini merupakan informasi dasar dalam upaya penerapan keselamatan dan kesehatan kerja ( K3 ) pada pemasangan, pembongkaran, penggunaan perancah secara aman guna menunjang pekerjaan di perusahaan manufaktur dan konstruksi bangunan.

METODE PENYAJIAN

Metode pelatihan ini adalah ceramah, diskusi dan praktek lapangan, yang akan diberikan oleh Instruktur Ahli dari KEMENAKERTRANS RI, para profesional serta praktisi.

MATERI PEMBINAAN

No. Materi Jumlah Jam (JP)
1 Undang-undang No.1 Tahun 1970 2 jam
2 Peraturan Mentri No.1/Men/1980 2 jam
3 Surat Keputusan bersama No.174/Men/1986 & No.104/Kpts/1986 2 jam
4 Pengetahuan dasar perancah/scaffolding 2 jam
5 Jenis-jenis perancah 3 jam
6 Standar dan pedoman teknisi perancah 4 jam
7 Dasar-dasar perhitungan konstruksi perancah 4 jam
8 Supervisi perancah 3 jam
9 Penggunaan perancah yang aman 2 jam
10 Pemasangan dan pembokaran perancah 4 jam
11 Praktek lapangan 10 jam
12 Ujian 3 jam
Jumlah JP 40 jam

SASARAN PESERTA

Pelatihan ini sangat tepat untuk diikuti oleh pegawai pada berbagai departemen yang telah bekerja sekurang-kurangnya dua tahun atau lebih. Agar pencapaian target pelatihan secara maksimal, maka sasaran peserta adalah para civil engineer khususnya para scaffolder, khususnya yang menangani perancah (scaffolding), atau Individu yang ingin meningkatkan pemahaman dalam penggunaan scaffolding dalam konstruksi.

 

BAHASA PENGANTAR

Bahasa Indonesia

 

PERSYARTAN PESERTA

  • Menyiapkan Kartu Tanda Identitas
  • Pendidikan minimal SMA/sederajat
  • Berpengalaman minimal 3 tahun sebagai Scaffolder
  • Pas foto ukuran 2×3, 3×4, 4×6 masing-masing 3 lembar (background merah)
  • Surat keterangan bekerja dari Perusahaan
  • Surat keterangan sehat dari dokter

INSTRUKTUR

Instruktur yang menyampaikan materi pelatihan berasal dari Tenaga Ahli KEMNAKERTRANS dan Praktisi professional

 

TEMPAT PELAKSANAAN

SKN Training Center Jakarta

Ruko Angsana, Jl. Rawajati Timur No.1 Kav H-J, Pasar Minggu

Jakarta Selatan 12510

REGU PENANGGULANGAN KEBAKARAN KELAS C

LATAR BELAKANG

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dasar pencegahan dan penanggulangan kebakaran, serta mempersiapkan petugas dan tenaga kerja untuk menanggulangi kebakaran dalam perusahaan. Dasar hukum yang melandasi pentingnya training ini adalah:

  1. Undang-Undang No.01 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja.
  2. Permenaker No.4 Tahun 1980 tentang Alat Pemadam Api Ringan.
  3. Keputusan Menteri Tenaga Kerja RI No. KEP-186/MEN/1999 tentang Unit Penanggulangan Kebakaran di Tempat Kerja.

TUJUAN PELATIHAN

Untuk memberikan peserta pengetahuan, keterampilan, dan kepercayaan diri untuk merespon dengan tepat keadaan darurat kebakaran dan memberikan pengetahuan penggunaan yang tepat dari peralatan darurat dan prosedur untuk meningkatkan kelangsungan hidup mereka dalam keadaan darurat kebakaran.

MATERI DAN DURASI PELATIHAN

No. Kurikulum Jam
I Peraturan Perundang-undangan K3  
  –        Kebijakan K3 2
  –        Undang-undang No.1 Tahun 1970 2
  –        Sistem manajemen K3 2
  –        Norma-norma K3 Penanggulangan kebakaran 2
II Pengetahuan Teknik Pencegahan Kebakaran  
  –        Teori api dan anatomi kebakaran 2
  –        Penyimpanan dan penanganan bahan mudah terbakar/meledak 4
  –        Metoda pengendalian proses pekerjaan/penggunaan alat, instalasi dan energy panas lainnya 4
III Sistem instalasi deteksi, alarm dan pemadam kebakaran  
  –        Sistem deteksi & alarm kebakaran 2
  –        Alat pemadaman api ringan 2
  –        Hydran springkler 2
  –        Sistem pemadam kimia 2
  –        Fire safety equipment 2
IV Sarana evakuasi  
  –        Jalan lintas, koridor, tangga, helipet, tempat berkumpul 2
V Pemeliharaan, pemeriksaan, pengujian peralatan proteksi kebakaran  
  –        Instalasi alarm, APAR, Hydran, Springkler dan lainnya 6
VI Fire Emergency Respon Plan  
  –        Pengorganisasian sistem tanggap darurat 2
  –        Prosedur tanggap darurat 2
  –        Pertolongan penderita gawat darurat 2
VII Praktek Pemadaman  
  –        APAR, Hydran, Penyelamatan 16
  Evaluasi 4
Jumlah Jam Pelajaran @45 menit 60

 

SERTIFIKASI

Peserta yang lulus dan memenuhi syarat pada pelatihan ini akan diberikan Sertifikat dan Lisensi yang di keluarkan oleh KEMENAKERTRANS RI dan Sertifikat Internal dari SKN

BAHASA

Bahasa yang digunakan dalam pelatihan ini adalah bahasa Indonesia.

PERSYARATAN PESERTA

  • Photo copy Ijazah terakhir minimum SMA/Sederajat
  • Photo copy Sertifikat & Lisensi Petugas Peran kebakaran kelas D (FIRE D)
  • Photo copy Kartu Tanda Penduduk (KTP)
  • Menyiapkan pas photo ukuran 4×6; 3×4 dan 2×3 masing-masing 3 lembar
  • Surat Keterangan Bekerja dari Perusahaan
  • Surat Keterangan Kesehatan dari Dokter

 

TEMPAT PELATIHAN

SKN Training Center Jakarta

Ruko Angsana, Jl. Rawajati Timur No.1 Kav.i, Pasar Minggu, Jakarta Selatan 12510

PETUGAS K3 KIMIA

Latar Belakang

Training PETUGAS K3 Kimia adalah untuk mempersiapkan peserta menjadi calon PETUGAS K3 Kimia di tempat kerjanya seperti yang dimaksud UU No.1 tahun 1970 dan peraturan pelaksanaannya tentang pengendalian bahan kimia berbahaya di tempat kerja sesuai Keputusan Menaker No.KEP.187/MEN/1999. Trainining ini sangat penting bagi setiap perusahaan yang menyimpan, menggunakan atau memproduksi bahan-bahan kimia yang dapat menimbulkan bahaya di tempat kerja. Risiko penggunaan bahan kimia adalah risiko yang cukup tinggi dan bisa menimbulkan kecelakaan yang katastropik yang dapat menimbulkan kerugian yang besar bagi perusahaan dan lingkungan. Untuk menghindari terjadinya kecelakaan dan kerugian tersebut, maka perlu dilakukan pengelolaan bahan-bahan dan proses kimia yang digunakan.

Dasar Hukum

Kegiatan produksi perusahaan dalam skala besar tentu saja melibatkan berbagai fungsi dalam perusahaan yang mencakup area perkantoran dan seluruh tenaga kerja yang ada. Untuk itu penerapan K3 dalam proses produksi dinilai sangat penting karena merupakan salah satu indikator keberhasilan perusahaan dalam memberikan produk yang berkualitas kepada konsumen selain sebagai upaya proaktif untuk mencegah terjadinya kerugian akibat kecelakaan.

Untuk mencegah terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja dan menanggulangi akibat dari penggunaan bahan kimia yang tidak terkendali maka diterbitkan Keputusan Menteri Tenaga Kerja Nomor : KEP.187/MEN/1999 tentang pengendalian bahan kimia berbahaya di tempat kerja. Untuk dapat ditunjuk menjadi Petugas K3 Kimia, peserta harus mengikuti Diklat Petugas K3 Kimia yang diselenggarakan oleh Perusahaan Jasa K3 (PJK3) sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja Nomor: PER.04/MEN/1995.

Tujuan

  • Memahami Peraturan Perundangan K3 Kimia dan Lingkungan
  • Dapat mengidentifikasi bahaya
  • Dapat melakukan penilaian dan pengendalian bahan kimia
  • Dapat melaksanakan prosedur kerja yang aman
  • Dapat melaksanakan prosedur penanggulangan keadaan darurat dalam penanganan kecelakaan kerja yang disebabkan oleh bahan-bahan kimia
  • Dapat mengembangkan pengetahuan K3 bidang kimia

 

Instruktur

Instruktur yang akan memberikan materi pelatihan tenaga ahli dari Kemnakertrans dan praktisi profesional.

 

Materi Pelatihan

  • Penyimpanan dan penanganan bahan kimia berbahaya
  • Prosedur kerja aman
  • Prosedur penanganan kebocoran dan tumpuhan
  • Penilaian dan pengendalian resiko bahan kimia berbahaya
  • Pengendalian lingkungan kerja
  • Penyakit akibat kerja oleh faktor kimia dan cara pencegahannya
  • Rencana dan prosedur tanggap darurat
  • Lembar data keselamatan bahan dan label
  • Dasar – dasar toksikologi
  • Pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K)
  • Peningkatan aktivitas P2K3
  • Studi Kasus
  • Kunjungan Lapangan
  • Evaluasi

Persyaratan Peserta

  • Pendidikan minimal SMA/Sederajat
  • Membawa Foto Copy Kartu Identitas
  • Membawa Surat Rekomendasi dari Perusahaan
  • Membawa Pas Foto 4×6, 2×3 masing-masing 3 lembar (background merah)
  • Membawa surat keterangan kesehatan

Waktu Pelatihan

Enam (6) hari atau 78 jam

Tempat Pelatihan

SKN Training Center

Ruko Angsana Jl. Rawajati Timur No. 1 Kav H-J, Pejaten Timur

Pasar Minggu, Jakarta selatan 12510

SUPERVISI SCAFFOLDING

LATAR BELAKANG

Pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan kerja yang aman, sehat dan sejahtera, bebas dari kecelakaan dan penyakit akibat kerja.Pelatihan ini dirancang untuk memenuhi UU No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, Peraturan Menteri Tenaga Kerja no. PER. 01/MEN/1980 tentang Keselamatan & Kesehatan Kerja pada Konstruksi Bangunan dan SKB Menteri Tenaga Kerja dan Menteri Pekerjaan Umum no. Kep 174/Men/1986 dan no. 104/Kpts/1986 dan pedoman pelaksanaan tentang keselamatan dan kesehatan kerja pada tempat kegiatan konstruksi.

 

Selain untuk memenuhi peraturan pemerintah, Pelatihan ini dirancang agar para peserta memperoleh pengetahuan dan ketrampilan dasar yang dibutuhkan dalam hal merencanakan, mempersiapkan, menyelesaikan, mengecek dan mengawasi serta memastikan pekerjaanscaffolding dengan aman.

 

TUJUAN TRAINING K3 SUPERVISI PERANCAH

Tujuan dilaksanakannya Training K3 Supervisi Perancah ini diantaranya:

  • Potensi bahaya konstruksi perancah / scaffolding
  • Cara pencegahan kecelakaan kerja perancah / scaffolding
  • Prosedur kerja aman perancah / scaffolding
  • Pengetahuan dasar perancah / scaffolding
  • Jenis-jenis perancah / scaffolding
  • Supervisi perancah / scaffolding
  • Pemasangan dan pembongkaran perancah / scaffolding
  • Standar dan pedoman teknis
  • Peraturan dan standar perancah / scaffolding
  • Peserta memiliki keterampilan teknik. Dapat melakukan pekerjaan pemasangan, pemeliharaan dan pembongkaran perancah / scaffolding dengan selamat dan sehat, antara lain melaksanakan pekerjaan pemasangan, melaksanakan pekerjaan pemeliharaan, melaksanakan pekerjaan pembongkaran, dan  mengindentifikasi dan mendeteksi bahaya perancah / scaffolding.

 

METODOLOGI TRAINING K3 SUPERVISI PERANCAH

Pre-test, penyampaian materi, presentasi, diskusi, studi kasus, seminar, praktik lapangan dan evaluasi.

 

SASARAN PESERTA

Pelatihan ini sangat tepat untuk diikuti oleh pegawai pada berbagai departemen yang telah bekerja sekurang-kurangnya dua tahun atau lebih. Agar pencapaian target pelatihan secara maksimal, maka sasaran peserta adalah para civil engineer khususnya para scaffolder, khususnya yang menangani perancah (scaffolding), atau Individu yang ingin meningkatkan pemahaman dalam penggunaan scaffolding dalam konstruksi.

 

MATERI PEMBINAAN

 

No. Materi Jumlah Jam (JP)
I Kelompok Dasar  
  Kebijakan dan Pengetahuan Dasar K3 2
  Pembinaan dan Pengawasan Norma K3 Perancah 2
     
II Kelompok Inti  
  Jenis-jenis dan perlengkapan perancah 6
  Rancang bangun perancah 4
  Pemasangan dan pembongkaran perancah 4
  Inspeksi perancah 3
  Sistem proteksi perancah 3
     
III Kelompok Penujang  
  Identifikasi bahaya, penilaian, pengendalian resiko perancah 2
  Bekerja diketinggian 2
  P3K ditempat kerja & Rencana tanggap darurat 2
     
IV Evaluasi  
  Ujian teori 2
  Laporan Pekerjaan supervisi 3
  Praktek lapangan 15
     
Jumlah JP 50

 

 

PERSYARATAN PESERTA

  • Fotocopy Ijazah (Minimal SLTA)
  • Menyiapkan Kartu Tanda Identitas
  • Telah mengikuti pelatihan Teknisi Scaffolding
  • Pas Foto 2×3, 3×4, 4×6 masing-masing 3 Lembar (Background Merah)
  • Menyiapkan Surat keterangan bekerja dari perusahaan
  • Menyiapkan surat keterangan sehat dari dokter

 

 

TEMPAT PELAKSANAAN

SKN Training Center Jakarta

Ruko Angsana, Jl. Rawajati Timur No.1 Kav H-J, Pasar Minggu

Jakarta Selatan 12510

 

TENAGA KERJA BANGUNAN TINGGI TINGKAT II (TKBT II)

LATAR BELAKANG

Bekerja pada ketinggian adalah mempunyai potensi bahaya yang sangat besar. Ada berbagai macam metode kerja di ketinggian seperti diterapkan secara luas dalam pembangunan, pemeriksaan, perawatan bangunan dan instalasi industri seperti gedung tinggi, menara jaringan listrik, menara komunikasi, anjungan minyak, perawatan dan perbaikan kapal, perawatan jembatan, pertambangan, industri pariwisata seperti out bound, penelitian dan perawatan hutan dan lain sebagainya.

Merujuk kepada Undang-undang RI No.13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, mengisyaratkan pada BAB V tentang PELATIHAN KERJA dan tersedianya tenaga kerja pada bangunan tinggi yang penuh dengan resiko kerja sangat diperlukan. Pengusaha dan pengurus diharapkan mampu mengawasi pelaksanaan peraturan perundangan K3 di lingkungannya dan mampu memberikan peran optimal dalam organisasi perusahaan dalam mengendalikan resiko kecelakaan kerja.

 

PENGERTIAN

Bekerja pada ketinggian (working at height) adalah pekerjaan yang membutuhkan pergerakan tenaga kerja untuk bergerak secara vertikal naik, mau pun turun dari suatu platform.

KOMPETENSI
Setelah peserta Lulus Uji Kompetensi K3 Teknisi K3 Bekerja Pada Ketinggiani Tingkat 2 (Dua) yang duji oleh Instruktur maka berdasarkan Peraturan Menteri Tenaga Kerja RI No. 09/MEN/III/2016, Tentang Diktum Tenaga Kerja Bangunan Tinggi Tingkat 2 (Dua) diganti dengan Tenaga Kerja Bangunan Tinggi Tingkat 2 (Dua) yang mana dikhususkan pada pekerja Telekomunikasi adalah sebagai berikut:

  1. Pemasangan pengaman kerja.
  2. Memasang penambatan dibawah supervisi level
  3. Bagi Tenaga Kerja Bangunan TInggi Tingkat 2 (Dua) yang telah mendapatkan sertifikat diberikan lisensi K3 oleh Direktur Pengawasan Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja sebagai Tenaga Kerja Bangunan Tinggi Tingkat 2 (Dua).
  4. Lisensi K3 berlaku 5 (lima tahun) dan harus diperpanjang lagi, melalui Training atau tanpa Training. 

 

MATERI

NO MATERI PEMBINAAN JUMLAH (JP)
I Kelompok Dasar  
  Peraturan Perundang-undangan K3 dalam pekerjaan pada ketinggian 2
II Kelompok Inti  
1 Karakterisitik Lantai Kerja Tetap dan Lantai Kerja Sementara 1
2 Alat Pencegah dan Penahana Jatuh kolektif serta alat pembatas gerak 1
3 Prinsip penerapan factor jatuh 1
4 Prosedur kerja aman pada ketinggian 2
5 Teori dan praktek bergerak horizontal atau vertilkal menggunakan struktur bangunan 4
6 Teori dan praktek teknik bekerja aman pada struktur bangunan dan bekerja dengan posisi miring dan struktur miring 1
7 Teori dan praktek teknik menaikan dan menurunkan barang dengan sistem katrol 1
III. Kelompok Penunjang  
1 Teori dan praktek upaya penyelamatan dalam keadaan darurat 2
IV. Evaluasi  
1 Teori 2
2 Praktek 3

METODE PELATIHAN
Presentasi, diskusi, studi kasus, praktek.

DURASI PELATIHAN

3 (tiga) Hari

PERSYARATAN PESERTA
Pelatihan ini sangat tepat untuk diikuti oleh pegawai yang bekerja pada ketinggian yang telah bekerja sekurang-kurangnya Dua tahun atau lebih

Persyaratan Peserta :

  • Umur sekurang-kurangnya 18 tahun.
  • Foto Copy Kartu Identitas (KTP)
  • Fotokopi ijazah terakhir (minimal SD)
  • Membawa Pas Foto 4×6, 3×4, 2×3 masing-masing 3 lembar
  • Menyiapkan Surat Keterangan Bekerja Dari Perusahaan
  • Menyiapkan Surat Keterangan Sehat dari Dokter

SERTIFIKASI

Peserta yang lulus pada pelatihan ini akan diberikan sertifikat dan kewenangan yang di keluarkan oleh KEMENAKERTRANS & Sertifikat PT. Sarana Katiga Nusantara

 

BAHASA

Bahasa yang digunakan dalam pelatihan ini adalah bahasa Indonesia.

 

LOKASI PELATIHAN

SKN Training Center

Ruko Angsana, Jalan Rawajati Timur Raya No 1 Kav H-J, Pasar Minggu

Jakarta Selatan 12510